JAKARTA (IndoTelko) – Toko aplikasi milik vendor lokal, Advan, mendapatkan banyak kepercayaan dari pengembang aplikasi sebagai salah satu sarana untuk memasarkan hasil karyanya.
“Advan Store sebagai toko aplikasi menjadi nilai lebih produk kami di mata konsumen. Soalnya kita sama-sama bersaing di harga, tentu harus ada pembeda,” ungkap Direktur Marketing Advan, Tjandra Lianto, kemarin.
Dijelasaknnya, aplikasi Advan Store dikembangkan bersama dengan tiga pengembang yang menjadi rekanannya, yaitu Fotodroid, Saung Bandung, dan Oohm. Advan Store dikembangkan untuk memudahkan penggunanya dalam mendapatkan aplikasi karena tanpa perlu memasukkan akun pribadi.
Saat ini Advan Store telah memiliki 150 ribuan aplikasi game dengan jumlah unduhan telah mencapai ribuan kali. Aplikasi ini terbatas pada produk smartphone seperti Vandroid S5J dari Advan.
Produk ini menjadi produk pertama yang kebagian aplikasi Advan Store secara default. Selanjutnya Advan Store secara pre-instal akan hadir di semua perangkat buatannya.
Selain aplikasi gratis, aplikasi Advan Store dapat dibeli pengguna dengan cara potong pulsa (carrier billing). Sistem pembayaran ini dinilai lebih mudah, apalagi selama ini masih sedikit pengguna kartu kredit.
Aplikasi beserta konten yang tersedia di Advan Store melalui serangkaian uji coba oleh tim pakar Advan di Shenzhen, Tiongkok. “Ekosistem perangkat akan terus berkembang dengan lahirnya aplikasi baru. Di masa depan aplikasi akan menjadi industri yang menarik setelah pengguna smartphone semakin merata,” katanya.
Ke depan, Advan sedang mengembangkan aplikasi seperti pemesanan tiket dan pemesanan makanan. Selain itu nantinya Advan Store menjadi sumber untuk mengakses beragam layanan seperti halnya akun Yahoo, atau Gmail.
Belum lama ini lembaga riset Frost & Sullivan memperkirakan pada 2016 nanti di Indonesia jumlah pelanggan data bergerak mencapai 167 juta. Produktivitas koneksi ini akan menjadi produktif jika ditunjang dengan perangkat dan aplikasi.
Diperkirakan di global pada 2014 ini terdapat sekitar 70 miliar unduh aplikasi dari toko aplikasi (app store) setiap tahunnya. Pada 2015 diprediksi nilai bisnis digital konten mencapai US$ 780 juta sementara ekosistem sekitar US$ 378 juta.
Data Informa Telecoms & Media menyatakan Indonesia pasar yang cerah untuk aplikasi dan konten dimana masuk dalam 15 negera yang mendorong pertumbuhan layanan data dan value added service (VAS) di dunia.(ak)