JAKARTA (IndoTelko) – Daerah Maluku diperkirakan menjadi daerah pertama di Indonesia yang mencicipi layanan 4G di frekuensi 1.800 MHz pasca selesainya penataan kanal di spektrum itu pada Mei mendatang.
“Maluku dan Maluku Utara area yang pertama ditata penempatan kanalnya. Setelah itu menyusul Papua, Kalimantan Timur, dan seterusnya. Sebelum puasa wilayah Timur Indonesia, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau. Saat bulan puasa libur karena harus antisipasi kenaikan trafik lebaran. Setelah lebaran menyusul Bali, Jawa, dan Sumatera Bagian Selatan,” ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono, kemarin.
President Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengungkapkan, sesuai kesepakatan empat operator, penerapan 4G bisa dilakukan per klaster setelah pengerjaan penataan kanal selesai.
“Proses perundingan metode penataan ini sangat fair. Pemerintah berhasil menjalankan peran dengan baik. Saya sangat apresiasi,” katanya.
Direktur Service Management XL Axiata Ongki Kurniawan mengaku ada kesepakatan jika penataan kanal selesai di area disepakati maka komersialisasi 4G bisa dilakukan.
“Kita sepertinya jadikan 4G di 1.800 Mhz awalnya di Maluku. XL ada di Pulau Seram. Maluku dipilih karena dari sisi trafik rendah, sehingga resiko penataan bisa diminimalisir,” paparnya.
Sedangkan Direktur Government Relation Tri Dicky Chandra Aden mengungkapkan, layanan Tri Indonesia belum ada di Maluku. “Kami belum hadir di sana,” katanya.
Senior Vice President LTE Project Telkomsel, Hendri Mulya Sjam mengatakan pelanggan Telkomsel di Maluku dan Papua ada sekitar empat hingga lima juta nomor. “Kita lihat dulu segera gelar 4G atau tidak. Semua tergantung ketersediaan perangkat di konsumen. Kalau jaringan selesai ditata itu sudah teknologi netral alias siap untuk 2G, 3G, dan 4G,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah a mengumumkan eksekusi penataan frekuensi 1.800 MHz dimulai pada 1 Mei 2015 seiring empat operator GSM telah mencapai kesepakatan soal metode pemindahan kanal.
Empat operator yang dimasud adalah Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan Hutchison 3 Indonesia. Rencananya eksekusi dimulai 1 Mei dan selesai pada 23 November 2015.(dn)