Platform Stratus ztC Endurance masuk ke Indonesia

JAKARTA (IndoTelko) — Stratus Technologies, Inc. (Stratus) akan meluncurkan platform komputasi toleransi kesalahan untuk operasi berkelanjutan generasi berikutnya, yaitu platform Stratus ztC Endurance di Indonesia

Platform ini memperkenalkan toleransi kesalahan prediktif cerdas yang memberikan ketersediaan 99.99999% dan peningkatan kinerja melalui komponen teknologi generasi terbaru termasuk prosesor Intel Xeon Scalable Generasi ke-4.

Platform ztC Endurance ini didasarkan pada kombinasi unik perangkat lunak dan perangkat keras yang terpasang, pemantauan kesehatan proaktif, dan kemudahan layanan untuk menjalankan aplikasi yang kritis tanpa downtime atau kehilangan data.

Hal ini sangat bermanfaat bagi berbagai industri di Indonesia termasuk layanan keuangan, sektor minyak dan gas, transportasi, manufaktur, pertambangan, makanan & minuman, dan pusat data.

“Platform Stratus ztC Endurance mewakili tonggak penting dalam sejarah 44 tahun inovasi toleransi kesalahan Stratus. Dengan memberikan ketersediaan 99.99999%, arsitektur sistem yang dimodernisasi, dan kinerja yang tiada tandingannya, kami memberdayakan organisasi untuk memulai perjalanan digital mereka dengan percaya diri tanpa mengorbankan keandalan atau kemudahan pengelolaan,” kata Managing Director Stratus Asia South Lin Hoe Foong.

Lin Hoe menambahkan dengan platform Stratus ztC Endurance bisa menghadirkan tingkat keandalan dan kinerja yang luar biasa, memberdayakan organisasi untuk mencapai tujuan transformasi digital mereka dengan ketersediaan sistem yang tiada tandingannya dan kemudahan penggunaan.

Peluncuran ztC Endurance di Indonesia semakin mengukuhkan fokus Stratus untuk pertumbuhan dan ekspansi di masa depan, dengan tujuan untuk melipatgandakan jumlah mitra lokal hingga tahun 2029. Potensi pasar untuk layanan TIK di Indonesia sangat besar, dengan harapan mencapai US$78 miliar dari tahun 2019 hingga 2022.

Menurut survei APIJJ 2017, ada permintaan yang terus meningkat untuk konten digital, aplikasi, dan solusi bisnis. Peningkatan lalu lintas internet dan data yang dihasilkan telah meningkatkan kebutuhan akan layanan TI, khususnya dalam keamanan jaringan, manajemen pusat data, dan manajemen layanan cloud. Seiring dengan semakin kuatnya peran perangkat lunak, TI, dan telekomunikasi dalam perekonomian Indonesia, diproyeksikan 60% dari PDB Indonesia akan didigitalisasi pada tahun 2022.

Country Manager untuk Indonesia, Filipina, Brunei, dan Pakistan Stratus Gerry Santoso mengatakan potensi pasar untuk layanan TIK di Indonesia sangat besar, dengan harapan mencapai US$78 miliar dari tahun 2019 hingga 2022.

"Hal ini mendorong kami untuk fokus meningkatkan upaya kami menuju pertumbuhan dan ekspansi di masa depan setelah peluncuran ztC Endurance di Indonesia. Langkah strategis ini mencakup rencana kuat untuk melipatgandakan tiga kali lipat jumlah mitra lokal kami hingga tahun 2029. Dengan secara signifikan meningkatkan jaringan reseller kami, Stratus bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pasar, memperluas jangkauan pelanggan, dan memperkuat kehadirannya di lanskap TIK Indonesia,” tutupnya.(wn)