JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan presensi (kehadiran) layanan 4G terus meningkat di Indonesia sejak dikomersialkan beberapa tahun lalu.
"Saya bisa bilang penetrasi 4G lumayan kenceng di Indonesia. Bayangkan setelah mulai digenjot tiga tahun lalu, ada sekitar 62.291 eNode B (BTS 4G) dibangun semua operator. Ini luar biasa," ungkap Menkominfo Rudiantara kala menjadi pembicara di diskusi yang dihelat Indonesia LTE Community dengan tema "Entering The Next Phase of Data Era" di Jakarta, Rabu (14/3).
Diungkapkannya, saat ini 4G sudah hadir di 45.811 desa/kelurahan, 4.088 (kecamatan), dan 331 kabupaten. "Kalau dilihat untuk desa/kelurahan itu presensi sudah 55,05%, di kecamatan (56,98%), dan kabupaten (64,6%). Tidak gampang itu bangun site secepat itu, tapi bisa tumbuh dua ribu dalam 2 tahun 800 hari. Artinya rata-rata 80 dibangun per hari. Cepat luar biasa. Tapi memang masih ada daerah yang bolong karena mahalnya backbone dan transmisi," katanya.
VP Next Generation Network Telkomsel Ivan Cahya Permana mengakui pertumbuhan layanan data dengan ada 4G melesat di jaringan Telkomsel. "Tahun 2017 unaudited, data tumbuh 126% sedangkan revenue hanya tumbuh 26%. Ini masih pekerjaan soal scissor effect dari layanan data," katanya.
Ditambahkannya, Telkomsel juga telah memaksimalkan tambahan frekuensi di 2,3 GHz untuk layanan 4G. "Berkat tambahan frekuensi di 2,3GHz kita makin ngebut bangun BTS 4G. Saat ini untuk 4G sudah ada 500 site," ungkapnya.
Group Head Commercial LTE XL Axiata, Rahmadi Mulyohartono mengungkapkan salah satu isu yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi operator dalam menggelar 4G adalah masalah ketersediaan frekuensi. "Harapan kami yang tengah rajin bangun di luar Jawa, ada kesempatan untuk nambah frekuensi kita akan ambil," katanya.
Sementara Direktur Utama Smartfren Merza Fachys mengatakan isu lainnya dalam mengembangkan 4G adalah di ketersediaan infrastruktur backbone dan transmisi. "Tak bisa lagi andalkan microwave untuk transmisi, harus fiber optik. Harapan kita dipermudah bangun fiber optik di perkotaan untuk ke akses (radio)," katanya.
Wakil Direktur Utama Tri Indonesia M Danny Buldansyah mengatakan perseroan tengah agresif membangun 4G setelah mendapatkan tambahan frekuensi di 2,1 GHz. "Layanan Tri kedepan akan lebih baik untuk data dengan ada tambahan frekuensi,"katanya.(sg)