telkomsel halo

E-Commerce Kian Menjanjikan di Indonesia

09:35:37 | 28 Jan 2014
E-Commerce Kian Menjanjikan di Indonesia
Ilustrasi (Dok)
JAKARTA (IndoTelko) – Bisnis e-commerce di Indonesia kian menjanjikan seiring terus tumbuhnya penggunaan smart device dan makin banyak anak muda yang berbelanja menggunakan saluran tersebut.

Setidaknya itu terlihat dari survei yang dilakukan Visa dengan judul The Driving E-commerce Volume Through Consumer Insights: Indonesia 2013.

Riset dilakukan oleh Greenberg Brand Strategy atas permintaan Visa. Pengumpulan data untuk survei dilakukan pada bulan Juli 2013 melibatkan  516 responden. Para responden ini berusia 18 tahun ke atas dan berasal dari Jakarta (40%), Bandung (10%), Surabaya (10%), dan sisanya berasal dari Tangerang, Bekasi, Depok, Semarang, Medan, Makassar dan kota-kota lainnya (40%).

Hasil survei menunjukkan 76% pengguna internet di Indonesia melakukan belanja online dalam kurun waktu 12 bulan  terakhir.

Para shopper  online ini cenderung berusia lebih muda dibandingkan para pembeli offline. Survei menunjukkan hampir separuh dari para pembeli online (48%) berusia 18-30 tahun. Mereka memiliki pemasukan rata-rata lebih besar serta membelanjakan rata-rata Rp 5,5 juta per tahun untuk belanja online.

"Belanja online di Indonesia lumayan menjanjikan hal itu terlihat dari  penyebaran pasar, peningkatan jumlah retailer online, serta perubahan pada perilaku belanja online para kawula muda," ungkap Presiden Direktur Visa Indonesia Ellyana Fuad, kemarin.

Tiga Tipe
Menurutnya, dari hasil survei ditemukan  tiga tipe  pembeli online yang teridentifikasi. Pertama,   kategori pembeli mature (48%). Para pembeli dalam kategori mature ini rata-rata membelanjakan uang senilai Rp 6,5 juta per tahun, mayoritas untuk kategori travel, retail, dan layanan lainnya.

Kategori kedua adalah emergent (23%) yaitu para pembeli online yang hanya membeli satu atau dua jenis barang secara online. Mereka membelanjakan sekitar Rp 4 juta setiap bulannya. Kategori yang ketiga adalah evolving (29%), yaitu para pembeli online yang berbelanja sekitar Rp 5 juta perbulan untuk membeli tiga sampai 4 jenis barang secara online.

Tiap-tiap kategori tersebut memiliki preferensi tersendiri mengenai bagaimana metode pembayaran online yang disukai. Seiring dengan bertambahnya pengalaman mereka dalam berbelanja online, dari emergent menjadi mature, metode pembayaran mereka pun berubah.

“Hasil dari survei ini menunjukkan semakin terbiasa pembeli dengan belanja online, maka semakin rendah preferensi mereka untuk menggunakan sarana transfer melalui ATM, yaitu 45% untuk para pengguna emergent dan 28% untuk para pengguna mature. Sementara itu, preferensi kategori mature (16%) untuk menggunakan kartu kredit juga lebih besar dibandingkan kategori emergent (7%),” katanya.

Sebelumnya, banyak kalangan memperkirakan potensi e-commerce di Indonesia akan bernilai sekitar US$ 10- US$ 12 miliar pada tahun 2015.

Hal ini didorong oleh meningkatnya penggunaan smartphone serta pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Tingkat penetrasi internet di Indonesia juga diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dari 55 juta pengguna di tahun 2012 menjadi 125 juta pengguna di tahun 2017.

GCG BUMN
Sayangnya, di tengah gelumbung yang terjadi, e-commerce di Indonesia banyak mendapat tantangan dan hambatan regulasi.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Idul Fitri IndoTelko
More Stories