telkomsel halo

Strategi Operator

Menguak Rencana Besar Smartfren di 4G

12:17:29 | 26 Sep 2014
Menguak Rencana Besar Smartfren di 4G
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) ternyata memiliki rencana yang lumayan ambisius di era 4G.

Emiten dengan kode saham FREN ini tak hanya akan menggelar Time Division Duplex-Long Term Evolution (TDD LTE) di 2,3 GHz, tetapi juga Frequency Division Duplexing Long Term Evolution (FDD-LTE) di 800 MHz.

Secara sumber daya alam, pasokan dukungan lumayan kuat. Di 2,3 GHz terdapat frekuensi sebanyak 30 Mhz, di 800 MHz jika konsolidasi dengan Bakrie Telecom berjalan mulus terdapat lebar pita 10 MHz.

“Untuk 4G kami memang jalankan dua sekaligus, TDD LTE dan FDD LTE. Ini agar lebih hemat disisi investasi. Nanti radionya bisa dual mode. Samalah seperti kita jalankan Code Division Multiple Access (CDMA) di 1.900 MHz dan 850 Mhz,” ungkap Deputy CEO Smartfren Telecom Djoko Tata Ibrahim, kemarin.

Djoko memperkirakan walau menjalankan dua teknologi, investasi tak menjadi besar karena hanya menambah modul di pemancar. “Paling tambahan biaya di Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi dan membayar up front fee,” katanya.

Diungkapkannya, perseroan tengah menyiapkan tender untuk pengadaan perangkat LTE dimana bulan depan sudah keluar pemenangnya. Empat vendor mengikuti tender untuk pengadaan perangkat TDD LTE di 2,3 GHz yakni Nokia, ZTE, Samsung, dan Huawei.

"Kita akan gelar TDD LTE di 2,3 GHz pada pertengahan tahun depan. TDD LTE bisa lebih cepat karena putusan pemerintah sudah jelas, Smart Telecom ke 2,3 GHz. Tinggal persiapan migrasi dan modernisasi jaringannya,” katanya.

Menurutnya, perseroan mendapatkan keberuntungan bisa menjalankan TDD-LTE dan FDD-LTE karena adanya penataan frekuensi di 800 MHz.

“Telkom dan Indosat sudah melepas CDMA, bermain di e-GSM. Tinggal Smartfren dan Bakrie Telecom yang dengan kondisi kebetulan frekuensi menjadi berdampingan, sehingga jika penggabungan usaha dilakukan tentu bisa FDD LTE,” katanya.
 
Lebih lanjut dikatakannya, ada kemungkinan penawaran dari layanan 4G Smartfren harganya akan berbeda dengan CDMA yang ada sekarang.

GCG BUMN
“ARPU kita sekarang sekitar Rp 40 ribu, kita maunya kalau LTE itu di Rp 50 ribu. Tidak mahal juga kalau dilihat pemain TDD LTE sekarang memiliki ARPU  Rp 100 ribu. Saat ini kita konsen bisa memberikan harapan masyarakat kalau 4G itu cepat. Kalau itu bisa diberikan, saya malah optimistis dalam waktu lebih singkat kita bisa dua kali lipat pelanggan 4G dari kompetitor,” pungkasnya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Idul Fitri IndoTelko
More Stories