telkomsel halo

Pengguna mobile App di Indonesia naik selama ramadan

05:08:00 | 24 Mar 2025
Pengguna mobile App di Indonesia naik selama ramadan
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) - Bulan Ramadan adalah saatnya untuk melakukan refleksi spiritual yang mendalam, berdoa, dan berinteraksi dengan komunitas. Selama bulan suci ini, brand dapat berperan penting dalam mendukung dan memperkaya tradisi ini, baik melalui inisiatif yang membangun hubungan, memberikan nilai tambah, atau berkontribusi terhadap semangat memberi.

Perubahan rutinitas sehari-sehari selama bulan Ramadan juga berdampak terhadap pola penggunaan mobile app. Ini menciptakan peluang baru bagi brand untuk berinteraksi dengan audience melalui cara-cara yang bermakna. Perusahaan measurement dan analytics terkemuka, Adjust, telah mengidentifikasi tren dan strategi utama untuk membantu app marketer mengoptimalkan campaign dan meningkatkan pelibatan pengguna selama bulan Ramadan.

Data terbaru Adjust, bulan Ramadan mendorong peningkatan aktivitas belanja karena konsumen mobile-first sibuk mencari penawaran khusus dan hadiah Idul Fitri. Walaupun jumlah sesi aplikasi shopping meningkat sebesar 4% di tingkat global selama bulan Ramadan 2024 dibandingkan dengan rata-rata tahunan. Indonesia mengalami kenaikan sebesar 11% yang menandakan engagement yang kuat dan penggunaan berulang.

Survei terbaru menunjukkan bahwa 84% responden di Indonesia berencana untuk mengalokasikan sebagian dari uang mereka untuk zakat, infak, dan sedekah—donasi keagamaan bagi yang membutuhkan. Kebiasaan ini selaras dengan fakta bahwa bulan Ramadan merupakan waktu di mana banyak masyarakat Indonesia berbelanja, didorong oleh Tunjangan Hari Raya yang wajib diberikan oleh pemberi kerja.

Berikut kategori aplikasi lainnya juga mengalami peningkatan signifikan dari segi penggunaan :

    Setelah jam buka puasa selama bulan Ramadan, banyak pengguna di Indonesia dan Pakistan bersantai dengan memainkan aplikasi game dan hiburan, kebiasaan ini meningkatkan kegiatan di malam hari. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan sebesar 7% dalam engagement aplikasi game di kedua negara tersebut.

    Di Indonesia, bulan puasa juga diwarnai oleh meningkatnya ketergantungan terhadap mobile app. Jumlah sesi aplikasi utilitas meningkat sebesar 10% untuk tugas sehari-hari seperti transportasi, pembayaran tagihan, dan produktivitas. Semua hal ini menciptakan bulan Ramadan yang mulus dan saling terhubung terlepas dari perubahan dalam rutinitas.

Untuk dapat memanfaatkan bulan yang sangat menentukan, para marketer harus menyelaraskan campaign mereka dengan kebiasaan pengguna di bulan Ramadan.

Brand dapat mengoptimalkan strategi mereka dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Memaksimalkan timing & penawaran berbasis nilai

Pengguna cenderung paling aktif setelah jam buka puasa (48%), setelah Tarawih (38%), dan saat sahur (24%). Brand perlu menyelaraskan iklan, promosi, dan push notification dengan jam-jam di mana engagement sedang memuncak. Penawaran berbasis nilai—seperti diskon untuk waktu yang terbatas, penawaran bundle, dan hadiah cashback—dapat semakin meningkatkan konversi, sehingga mengakomodir konsumen yang sensitif terhadap harga dan senantiasa mencari penawaran terbaik.

2. Memanfaatkan personalisasi & penargetan berbasis data

Rekomendasi berbasis AI dan segmentasi smart audience—berdasarkan kebiasaan browsing, lokasi, dan pembelian sebelumnya—akan meningkatkan engagement dan konversi. Push notification otomatis dan pesan dalam aplikasi akan meningkatkan pengalaman pengguna secara lebih lanjut.

3. Membangun pengalaman omnichannel

Pengguna seringkali beralih antar aplikasi, situs web, dan media sosial. Strategi terpadu lintas platform, yang didukung oleh penargetan ulang di Facebook, YouTube, Instagram, dan TikTok, membuat brand senantiasa diingat.

4. Memanfaatkan video, konten interaktif & materi iklan yang dilokalisasi

Videos, live stream, dan format interaktif—seperti kuis and polling—akan meningkatkan engagement. Di sisi lain, gambar, pesan, dan pengalaman dalam aplikasi dengan tema Ramadan yang relevan dari sisi budaya akan meningkatkan hubungan dengan pengguna. Konten terkait kegiatan memasak, fashion, dan pemberian hadiah akan menyediakan engagement touchpoint yang berharga.

5. Menekankan kebaikan bersama & pelibatan masyarakat

Memperkuat hubungan dengan brand melalui kemitraan amal, program donation-matching, dan storytelling berbasis masyarakat yang menyoroti tradisi Ramadan.

6. Bersiap menyongsong peningkatan di masa Idul Fitri

Mendukung last-minute shopping dengan menawarkan pengiriman kilat, diskon eksklusif, dan solusi fintech untuk mendukung transaksi yang mulus.

Dikatakan Regional Vice President for INSEAU di Adjust, April Tayson, Ramadan adalah saat untuk membina hubungan erat dan brand berkesempatan untuk memberikan kontribusi dengan memberikan nilai tambah melalui engagement yang berarti.

GCG BUMN
“Dengan measurement dan analytics suite yang kuat dari Adjust, para marketer dapat mengoptimalkan setiap tahap dalam perjalanan pengguna, baik untuk campaign Ramadan atau sebagai strategi sepanjang tahun," ujarnya. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories