telkomsel halo

Industri keamanan beralih ke mobile credentials, biometrik, dan AI

05:00:00 | 25 Mar 2025
Industri keamanan beralih ke mobile credentials, biometrik, dan AI
JAKARTA (IndoTelko) - Seiring semakin kompleksnya ancaman keamanan yang dihadapi organisasi, para eksekutif di bidang keamanan mulai beralih secara strategis ke platform keamanan terpadu dan teknologi terbaru.

Temuan ini tercantum dalam Laporan Industri Keamanan dan Identitas 2025 (State of Security and Identity Report 2025) dari HID. Laporan ini mengumpulkan respon dari 1.800 mitra, end-users, serta praktisi keamanan dan IT di seluruh dunia. Laporan ini mengungkapkan sebuah transformasi besar, tentang cara bisnis mengadopsi sistem keamanan dengan kemunculan mobile credentials dan kecerdasan buatan sebagai kunci inovasi.

“Industri keamanan sedang berada dalam puncak pertumbuhan, di mana integrasi antara teknologi modern dengan infrastruktur yang tersedia bukanlah pilihan melainkan keharusan,” ujar Senior Vice President and Chief of Technology Officer HID Ramesh Songukrishnasamy.

“Faktanya, 73% eksekutif dalam bidang keamanan kini mengutamakan solusi terpadu berbasis software (perangkat lunak), dan meninggalkan cara tradisional yang cenderung beroperasi masing-masing. Organisasi semakin membutuhkan platform yang bisa scale up (meningkat) sejalan dengan kebutuhan mereka, dan di saat yang sama platform tersebut mampu menyediakan data intelijen yang membantu perusahaan mengambil keputusan,” katanya.

Beberapa temuan utama dalam laporan ini:
Peningkatan pesat pada adopsi mobile credentials dan biometrik, menandakan peralihan dari metode akses tradisional

Mobile credentials mengalami pertumbuhan pesat. 61% eksekutif keamanan melihatnya sebagai tren utama, menandakan adanya pergeseran signifikan dari metode akses tradisional. Hampir dua-pertiga dari mereka sudah menerapkan atau berencana untuk mengadopsi solusi mobile.

Di saat yang sama, permintaan terhadap teknologi biometrik seperti pemindaian fingerprint (sidik jari), iris (mata), dan facial recognition (pengenalan wajah) juga meningkat. Saat ini, sekitar 35% responden telah menggunakan teknologi biometrik, sementara 13% lainnya dalam rencana adopsi, menunjukan potensi pertumbuhan yang signifikan dalam segmen ini.

Permintaan solusi manajemen keamanan terpadu semakin meningkat demi operasional yang lebih efisien

Kini perusahaan menerapkan teknologi keamanan yang beragam. Seiring hal tersebut, banyak eksekutif keamanan (67%) mulai beralih ke solusi keamanan berbasis software (perangkat lunak). 73% dari mereka menekankan bahwa menyatukan berbagai metode pengumpulan data adalah hal yang “cukup penting” atau “sangat penting” bagi perusahaannya.

Open platform yang mendukung integrasi tanpa hambatan semakin menjadi preferensi
Interoperabilitas telah menjadi kunci kemajuan industri keamanan dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini terus berlanjut, ditandai dengan lebih dari 50% profesional keamanan menganggap open platform (platform terbuka) adalah hal yang “sangat penting” atau “amat penting” penting bagi perusahaan mereka.

Fokus yang strategis pada solusi platform terpadu, daripada produk yang berdiri sendiri

Hampir dua-pertiga perusahaan dan 73% integrator dan konsultan keamanan beralih ke solusi keamanan berbasis software (perangkat lunak) yang mampu mengintegrasikan sistem tradisional dan digital seperti video surveillance (pengawasan), kontrol akses, dan deteksi intrusi dalam satu platform.

Security channel (kanal keamanan) mengalami transformasi besar, dipacu oleh inovasi digital

Kanal keamanan mengalami transformasi besar berkat inovasi digital. Sebanyak 77% mitra kanal percaya bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perubahan, dengan meningkatnya permintaan end-user terhadap AI, solusi cloud, integrasi IoT, dan kemampuan analitik canggih yang mengubah ekspektasi terhadap layanan keamanan. Untuk tetap kompetitif, kanal ini harus terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar serta laju transformasi digital di sektor keamanan.

Akselerasi adopsi AI agent (agen kecerdasan buatan) untuk memperkuat operasi keamanan
AI agent semakin banyak digunakan untuk memperkuat operasi keamanan, contohnya, merambahnya penggunaan AI agent pada akses kontrol, manajemen identitas, video, dan platform manajemen keamanan. Manfaat utama AI agent antara lain peningkatan efisiensi dan kecepatan proses keamanan (50%) serta peningkatan kemampuan analisis data real-time (47%).

Faktor Sustainability (Keberlanjutan) semakin diperhatikan dalam pengambilan keputusan, selama budget cocok

GCG BUMN
“Keberlanjutan” masih menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan, dengan 75% eksekutif keamanan memperhitungkannya saat memilih solusi keamanan terbaik bagi perusahaannya. Namun, faktor ini bukan yang paling krusial, masih ada “keamanan” dan “efektivitas biaya” yang menjadi prioritas tertinggi bagi 80% integrator dan konsultan keamanan.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories